Virgiyan Budi Utami

/ A Radiant Gem /
Virgiyan July 14, 2019 Yogyakarta, Indonesia

Virgiyan adalah sosok yang hadir seperti bisik lembut di tengah dunia yang terlalu bising; senyum hangatnya seolah meredakan sudut-sudut ruang yang tak pernah benar-benar tenang. Dalam tubuhnya yang mungil dan kulitnya yang memantulkan cahaya tipis, ada sesuatu yang terasa seperti gema dari hal-hal halus yang tak pernah selesai dijelaskan. Warna-warna pastel yang ia pilih bukan sekadar selera, tapi semacam pantulan dari cahaya kecil yang ia simpan, cahaya yang tidak menuntut dilihat namun sulit diabaikan.

Laut baginya bukan tempat, tapi jeda; sebuah ruang di mana segala riuh berubah jadi gumaman yang lebih jujur. Ketenteraman itu tinggal di matanya, sama seperti cara ia memandang bunga, bukan sebagai benda rapuh tetapi sebagai kekuatan yang memilih untuk tetap lembut. Ada cara ia menghargai keheningan, seakan ia mengerti bahwa beberapa hal justru berbicara paling keras saat tidak bersuara.

Kerja kerasnya lahir bukan dari dorongan dunia luar, tapi dari keyakinan samar tentang masa depan yang belum ia lihat namun sudah ia percayai. Dedikasinya bergerak pelan namun dalam, menyatu dengan pikirannya yang penuh pertimbangan dan hatinya yang tidak pernah benar-benar ingin mencederai apa pun. Di dirinya ada campuran aneh antara kehalusan dan tekad; semacam angin pelan yang tetap mampu menggeser arah, meninggalkan kesan tanpa pernah berusaha menciptakannya.

— sultankautsar.